Karin Novilda Sulaiman yang akrab dipanggil Awkarin merupakan kelahiran Jakarta, 29 November 1997. Ia adalah selebriti yang awal debutnya di media sosial Instagram.
Ia berasal dari keluarga berkecukupan, ayahnya berprofesi TNI Angkatan Laut yang bertugas sebagai dokter dan ibunya seorang dokter gigi.
Saat pengumuman kelulusan SMP, Awkarin meraih nilai Ujian Nasional dengan rata-rata 9,5 di setiap mata pelajaran dan total nilai keseluruhan adalah 37,9. Bahkan saking hebatnya sampai diwawancarai oleh stasiun televisi.
Awkarin mengalami Bipolar dan BPD (Borderline Personality Disorder).
Didiagnosa tahun 2018. Selama 20 kali mengalami suicidal bahkan terbesit untuk mengakhiri hidupnya walaupun Awkarin berusaha silent tapi herannya selalu ketahuan oleh orang rumah dan pihak keamanan rumah selalu menggagalkan.
Awkarin mengaku triggernya karena saat kecil harus pindah ke Tanjung Duren sehingga sulit mendapat hiburan, Sehari hari belajar sampai mendapat juara 1 Ujian Nasional se-Provinsi Riau jadi jika ingin nonton ke bioskop atau hiburan lainnya harus ke Batam dulu.
Awkarin tidak memberi info banyak tentang masalah kesehatan mentalnya namun ia memberi tahu bahwa didiagnosa Bipolar dan BPD.
Apa itu Bipolar dan BPD?
Dilansir dari psikologi.ui.ac.id Bipolar yaitu Bi artinya dua dan Polar artinya kutub, orang terkena bipolar akan mendapatkan emosi menjulang tinggi antara kutub mania dan depresi.
Bipolar dikenal sebagai masalah kesehatan mental yang berhubungan dengan perubahan mood. Perubahan mood tersebut seperti merasa gembira yang tinggi dan kesedihan yang dalam dengan waktu cukup lama. Rasa gembira yang tinggi disebut mania dan rasa sedih mendalam disebut depresi.
Saat mania akan merasa senang tinggi tapi tidak terkontrol, ia akan berbicara cepat dan penuh semangat, memiliki banyak ide namun sulit konsentrasi, dan punya rasa percaya diri yang tinggi. Bahkan ada juga dorongan seksualitas besar atau tidak bisa tidur berhari hari karena banyak ide. Orang dengan bipolar akan merasa kehilangan kontrol atas dirinya dan atas mood yang dialaminya.
Lalu di kutub lain mengalami depresi, akan merasakan sedih yang mendalam sehingga dirinya memiliki bawaan lelah, merasa tidak tertarik pada hal apapun termasuk hal-hal yang sebenernya dia sukai, lalu kehilangan rasa percaya diri, kehilangan energi, dan adanya keinginan untuk mengakhiri hidup.
Kemudian pada kutub depresi, merasa kehilangan kendali untuk bangkit dan melakukan aktivitas sehari-hari, mereka mungkin hanya akan meratap, merasa sedih, dan tidur seharian.
Diagnosa BPD
Selanjutnya Awkarin didiagnosa Borderline Personality Disorder adalah suatu gangguan kepribadian yang menyangkut dengan masalah mental karena mempengaruhi cara berpikir serta pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri.
Pikiran tersebut sering kali membuat penderitanya merasa terganggu karena dapat menimbulkan perasaan takut, cemas, marah, dan lain sebagainya. Borderline personality disorder ini akan membaik seiring bertambahnya umur penderita tersebut.
Sumber:
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/borderline-personality-disorder

