Logo Heal

MENTAL HEALTH

Uncategorized

7 Tips Membangun Belief System untuk Melawan Mental Block

7 Tips Membangun Belief System untuk Melawan Mental Block

Oleh :

Apakah HEALMates pernah dengar istilah mental block? Atau pernah mengalaminya? Yuk, kita bahas!

Di era yang serba digital ini, kehidupan seakan menuntut kita untuk jadi serba cepat, penuh inisiatif, dan punya ide-ide cemerlang ya, HEALMates. Tapi, pernah nggak sih, kamu merasa kemampuan, ide, bahkan peluang yang kamu miliki sekarang tiba-tiba seperti nggak jalan dan  mandeg? Seolah-olah, ada tembok tak kasat mata yang menghalangi langkah untuk mencapai apa yang kita tuju? Merasa ragu, takut gagal, merasa nggak mampu, dan lain-lain. 

Nah, kondisi seperti inilah yang sering disebut sebagai mental block, sebuah hambatan psikologis yang menghambat bukan karena kita kurang potensi, tapi karena cara kita memandang diri sendiri yang keliru. 

Di sinilah peran belief system jadi krusial, HEALMates. Sistem keyakinan ini ibarat “kacamata” yang kita pakai untuk melihat diri, dunia, dan kemungkinan hidup kita. Kalau kacamatanya buram, tentu saja semua hal akan terlihat samar. Tapi kalau kacamata kita jernih, langkah kita pun akan terasa lebih ringan.

Lalu, apa itu belief system? Bagaimana tips membangun belief system yang sehat agar mental block nggak terus memegang kendali dalam hidup kita? Yuk HEALMates, kita ulas selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Apa Itu Belief System dan Pengaruhnya pada Hidup?

Dalam psikologi, belief system adalah sistem keyakinan atau kumpulan keyakinan yang secara tidak langsung membentuk cara seseorang memandang dunia, menilai dirinya sendiri, serta berinteraksi dengan orang lain. Belief system bekerja di lapisan terdalam pikiran kita dan sering kali menjadi dasar dari berbagai keputusan yang kita ambil dalam hidup.

Keyakinan ini umumnya mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak. Pola asuh keluarga, pendidikan, nilai agama, hingga pengalaman hidup, baik yang menyenangkan maupun yang menyisakan luka, turut memberi andil dalam membangun sistem keyakinan tersebut. Dalam kajian psikologi, belief system mencakup keyakinan inti yang kemudian membentuk identitas diri dan cara seseorang memaknai realitas.

Pada praktiknya, sistem keyakinan ini bisa berperan sebagai kekuatan yang mendorong perkembangan hidup kita. Namun, di sisi lain, ada juga keyakinan yang justru menjadi penghambat, membatasi potensi, menumbuhkan keraguan diri, hingga melanggengkan mental block. Karena bekerja di alam bawah sadar, keyakinan ini sering kali bekerja tanpa kita sadari.

Contohnya:

  • “Aku nggak sepintar orang lain.”
  • “Perempuan nggak cocok terlalu dominan.”
  • “Kalau gagal sekali, berarti aku memang nggak berbakat.”

Masalahnya, keyakinan seperti ini sering diterima sebagai kebenaran mutlak, padahal belum tentu ini adalah fakta. Dari sinilah mental block tumbuh subur dan membuat kita jadi ragu untuk mencoba, takut salah, dan merasa tidak layak.

Kabar baiknya, sistem keyakinan bukanlah sesuatu yang statis. Sistem ini sangat bisa diubah dan diperbarui ketika kita mulai menyadari bahwa keyakinan lama tersebut tidak lagi selaras dengan kebutuhan, dinamika hidup, maupun kesejahteraan psikologis kita.

Tips Membangun Belief System untuk Melawan Mental Block

Membangun belief system yang sehat dan memberdayakan bukanlah proses yang instan ya, HEALMates. Sebab, sistem keyakinan ini tumbuh perlahan, seiring kesadaran dan pengalaman yang terus diperbarui. Namun, ada beberapa langkah yang bisa mulai kamu lakukan untuk membentuk sistem keyakinan yang lebih kuat, sekaligus membantu mematahkan mental block yang selama ini membatasi diri:

1. Sadari Pola Pikiran yang Menghambat

Langkah pertama bukan langsung berpikir positif, tapi jujur pada diri sendiri. Coba perhatikan reaksimu saat akan mencoba hal baru, menerima kritik, atau melihat orang lain sukses. Apakah dalam hati kamu suportif atau justru menghakimi? Nah, kalau kamu sudah bisa menyadari pola ini, maka kamu akan lebih mudah untuk mengubah dan menyesuaikannya. 

2. Bedakan Fakta dan Asumsi

Banyak mental block muncul karena kita mencampuradukkan fakta dengan asumsi.

Misalnya:

  • Fakta: “Aku pernah gagal presentasi.”
  • Asumsi: “Berarti aku selalu buruk bicara di depan umum.”

Padahal, satu pengalaman saja tidak bisa mewakili keseluruhan kemampuanmu. Jadi, penting nih buat belajar memilah fakta dan asumsi agar membantu otak berhenti menarik kesimpulan berlebihan.

3. Bangun Belief System yang Lebih Realistis

Membangun keyakinan diri bukan berarti menutup mata dari kekurangan. Justru belief system yang sehat bersifat realistis dan penuh empati bukan sebuah toxic positivity. Belief system yang realistis memberi ruang untuk emosi yang manusiawi. Keyakinan yang realistis membantu kita tetap melangkah, meski belum sepenuhnya siap. Bukan karena merasa sudah hebat, tetapi karena percaya bahwa belajar, bertumbuh, dan berproses adalah hak setiap orang. 

4. Gunakan Bahasa yang Lebih Ramah pada Diri Sendiri

Percaya atau tidak, bahasa bisa membentuk keyakinan lho, HEALMates. Cara kita berbicara pada diri sendiri sangat memengaruhi belief system kita. Kita mungkin bisa mengganti kalimat,  “Aku selalu gagal”  menjadi “Aku sedang belajar.” Sebab, diakui atau tidak, perubahan kecil dalam pilihan kata bisa menggeser cara otak memaknai pengalaman, lho. 

5. Kumpulkan Bukti Kecil tentang Kemampuan Diri

Otak sering lebih percaya pada bukti daripada motivasi. Jadi, jangan menunggu percaya diri dulu baru bertindak, tapi bertindaklah untuk membangun bukti.

Mulai dari hal kecil, seperti:

  • menyelesaikan satu tugas,
  • berani menyampaikan pendapat,
  • konsisten melakukan kebiasaan baru, dan lain-lain.

Setiap keberhasilan kecil adalah “amunisi” untuk belief system baru yang lebih kuat.

6. Cari Support System yang Baik

Tanpa disadari, belief system kita sering “menyerap” pandangan orang sekitar. Jika terus berada di lingkungan yang meremehkan, membandingkan, atau menormalisasi self-doubt, mental block pun akan semakin tebal. Sebaliknya, kalau kita punya support system yang baik terutama dari lingkungan, maka keyakinan diri kita pun akan tumbuh lebih stabil. 

7. Beri Ruang untuk Proses Bukan Hasil Instan

Mengubah belief system bukan pekerjaan semalam. Ada hari di mana kamu merasa sudah maju, lalu tiba-tiba kembali ragu, dan itu normal, kok. Yang penting adalah jangan jadikan kemunduran ini sebagai bukti bahwa kamu gagal dan menyimpulkannya sebagai bentuk ketidakmampuan. Justru itu tanda bahwa kamu sedang keluar dari pola lama.

Melawan Mental Block Bukan Soal Jadi Sempurna

Pada akhirnya, membangun belief system bukan tentang menjadi versi paling percaya diri setiap saat, HEALMates. Tapi tentang berani mempercayai diri sendiri meski masih takut dan ragu. Karena sering kali, tembok terbesar bukan ada di luar sana, melainkan di kepala kita sendiri. 

Tapi, kabar baiknya, tembok itu bisa dilemahkan bahkan dirobohkan dengan satu keyakinan baru dalam satu waktu. Ya, pelan-pelan saja, HEALMates. Sebab, Cara kita memaknai dunia dan menilai diri kita sendiri adalah fondasi utama dalam pembentukan belief system. Ketika fondasi ini tumbuh secara sehat dan positif, berbagai hambatan psikologis, termasuk mental block, bisa dihadapi dengan lebih tenang dan bijak.  (RIW)

Bagikan :
7 Tips Membangun Belief System untuk Melawan Mental Block

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa