Logo Heal

EAT, TRAVEL & ENTERTAINMENT

Eat, Travel & Entertaiment

6 Makanan Khas Natal di Berbagai Negara, dari Roast Turkey hingga Panettone

6 Makanan Khas Natal di Berbagai Negara

Oleh :

Tiap negara punya cara sendiri merayakan Natal. Salah satu yang paling ikonik dari perayaan ini adalah makanan khas Natal yang kerap jadi sajian istimewa untuk berkumpul bersama keluarga. 

Tak hanya di Indonesia, masyarakat di negara lain pun punya makanan khas Natal yang selalu dihidangkan di meja makan. Ada yang heavy dan bersendok saus, ada yang manis, ada pula yang pakai bumbu nostalgia keluarga. 

Penasaran, apa saja makanan khas Natal di berbagai negara HEALMates? Yuk, kita ulas beberapa daftarnya di artikel berikut ini!

Makanan Khas Natal di Berbagai Negara

1. Roast Turkey (Inggris)

Roast turkey adalah ikon hidangan Natal di Inggris yang jadi favorit saat berkumpul keluarga. Burung kalkun dipanggang sampai kulitnya renyah, diisi dengan stuffing (biasanya roti, bumbu, dan herba) serta disajikan dengan saus gravy dan sayuran panggang. Wah, rasanya luar biasa menggiurkan ya, HEALMates? 

Tradisi menyantap kalkun untuk perayaan besar ini juga menjadi simbol perayaan akhir tahun nih, HEALMates. Hidangan ini mulai naik daun sejak era Victoria, ketika kalkun dipandang sebagai simbol kemakmuran dan kemewahan jamuan keluarga di hari raya. Sampai sekarang, kehadiran roast turkey di meja makan seolah menjadi tanda resmi bahwa perayaan Natal benar-benar dimulai.

Oh ya, HEALMates, kalau kamu tertarik recook masakan ini, ada satu tips menarik nih. Supaya dagingnya tetap juicy, kamu bisa coba buka dagingnya selama pemanggangan dan gunakan basting (siraman lemak/kaldu).

2. Roast Goose (Eropa Tengah-Jerman)

Sebelum kalkun mendominasi hidangan Natal, roast goose atau angsa panggang sudah lebih dulu jadi primadona di Eropa, khususnya di Jerman. Daging angsa dinilai memiliki cita rasa yang kaya dan berlemak sehingga sausnya jadi lebih menggoda. 

Tradisi menyajikan angsa sebagai hidangan Natal ini berasal dari kehidupan agraris masyarakat Eropa. Mereka menganggap bahwa unggas berukuran besar adalah lambang keberuntungan dan bisa membawa hasil panen yang berlimpah. Karena itulah, Weihnachtsgans atau angsa panggang nggak hanya dianggap sebagai makanan, tapi juga simbol bahwa Natal merupakan momen istimewa yang layak dirayakan dengan hidangan terbaik. Menariknya, angsa panggang juga sering disajikan dalam perayaan St. Martin’s Day di Jerman, lho. 

3. Bûche de Noël / Yule Log (Prancis)

Di Prancis, suasana Natal rasanya belum benar-benar lengkap tanpa Bûche de Noël. Kue gulung ini dibuat seperti batang kayu, lengkap dengan tekstur dan dekorasi yang meniru tampilan kayu sungguhan. Bentuknya terinspirasi dari tradisi kuno membakar kayu Yule pada malam Natal, sebuah ritual yang diyakini membawa kehangatan sekaligus perlindungan bagi keluarga sepanjang musim dingin. Seiring waktu, tradisi tersebut bertransformasi menjadi sajian manis yang kini dinikmati bersama sebagai penutup perayaan.

4. Tamales (Meksiko)

Di Meksiko dan beberapa wilayah Amerika Latin, sajian khas Natalnya adalah tamales, yakni adonan jagung dengan isian daging, sayur, atau juga isian manis. Tamales ini dikukus dalam daun jagung atau pisang dan jadi makanan khas musim Natal dan perayaan Posada. Proses membuatnya juga membuatnya seringkali jadi acara keluarga karena semua berkumpul bersama untuk mengisi dan membungkusnya. Proses memasaknya jadi sama pentingnya dengan hasil akhirnya ya, HEALMates? Jadi mencerminkan kebersamaan dan kekuatan keluarga. 

5. Panettone (Italia)

Dari Italia, Panettone menjadi salah satu sajian Natal yang paling dikenal sekaligus penanda datangnya penghujung tahun. Roti manis bertekstur ringan ini berisi kismis dan potongan buah kering, dan biasanya dihidangkan sebagai hidangan penutup setelah santap malam Natal.

Nggak cuma jadi dessert HEALMates, Panettone juga menyimpan makna simbolis bagi banyak keluarga Italia. Kue ini dipercaya melambangkan harapan akan keberuntungan dan kemakmuran, sehingga kehadirannya kerap berlanjut hingga perayaan Tahun Baru.

6. Gourmetten

Gourmetten adalah salah satu tradisi makan Natal paling khas di Belanda yang menekankan kebersamaan, bukan sekadar hidangan mewah. Alih-alih menyajikan satu menu utama besar, gourmetten dilakukan dengan menggunakan alat pemanggang listrik kecil yang diletakkan di tengah meja. Setiap orang memanggang makanannya sendiri dalam porsi kecil, sambil duduk bersama dan mengobrol.

Bahan yang disiapkan biasanya beragam, mulai dari irisan daging sapi, ayam, sosis, ikan, udang, telur, jamur, paprika, kentang, hingga keju. Semua orang bebas memilih dan mengolah makanannya sesuai selera masing-masing. Proses memasaknya yang perlahan membuat acara makan bisa berlangsung lama, bahkan berjam-jam sehingga terasa lebih akrab dan hangat. 

Nah, itulah beberapa makanan khas Natal di berbagai negara HEALMates. Ragam hidangan khas Natal dari berbagai negara ini memperlihatkan bahwa meski dirayakan dengan cara yang berbeda-beda, Natal tetap membawa makna yang sama, yakni kebersamaan, rasa syukur, dan kehangatan keluarga. Menarik sekali ya, HEALMates? (RIW)

Bagikan :
6 Makanan Khas Natal di Berbagai Negara

More Like This

Logo Heal

Kamu dapat menghubungi HEAL disini:

Heal Icon

0858-9125-3018

Heal Icon

00 31 (0) 6 45 29 29 12

Heal Icon

heal@sahabatjiwa.com

Copyright © 2023 HEAL X  Sahabat Jiwa